4 Langkah Meningkatkan Relevansi Konten untuk Endorsement

Image for post
Image for post

Bukan cuma harus menarik dan sedang tren, konten yang dirancang untuk endorsement harus mempunyai relevansi yang kuat. Faktor ini yang akan dicari target pasar atau audiensi saat mereka mencari produk yang dibutuhkan. Jika konten yang diperlihatkan tak memenuhi kriteria tersebut, mereka biasanya tak akan langsung beralih ke tempat lain.

Oleh karena itu, penting bagi pemilik brand atau bisnis untuk memastikan konten endorsement dapat menjadi solusi untuk kebutuhan konsumen. Konten yang relevan setidaknya harus memenuhi kriteria berikut ini:

· Mampu mencapai tujuan yang ditargetkan. Relevansi konten yang kuat secara tak langsung akan meningkatkan peluang tercapainya tujuan hingga tiga kali lipat lebih besar. Namun, konten yang kurang relevan dapat memperlambat pencapaian tersebut;

· Relevan sekaligus berguna akan lebih baik. Mengapa? Konten endorsement yang memiliki dua kriteria tersebut akan menghasilkan kesan efektif kepada konsumen, sehingga mereka berminat memakai atau membeli produk yang ditawarkan;

· Informasi detail dan mendalam. Kriteria lain yang membuat konten endorsement dianggap relevan adalah informasinya yang mendetail dan mendalam. Dengan begitu dalam satu kali pindai, konsumen bisa memastikan apa mereka mau membeli produk atau tidak.

Kunjungi juga : jasa paid promote murah

Bagaimana cara meningkatkan tingkat relevansi konten?

Ingin konten endorsement dianggap relevan dan berguna oleh calon konsumen? Berikut empat langkah yang bisa diaplikasikan:

1. Konten mencakup detail yang menjawab kebutuhan

Seperti yang disinggung, informasi detail akan berpengaruh terhadap relevansi konten. Pastikan data-data yang akan disampaikan dapat menjawab kebutuhan konsumen atau menjadi solusi yang mereka cari. Kemudian, agar konten tak dianggap terlalu umum, pelaku bisnis atau brand harus melakukan riset terlebih dulu. Dengan begitu, konten yang disuguhkan akan lebih spesifik dan langsung menjaring target yang diharapkan.

2. Yakinkan calon konsumen dengan informasi yang lengkap

Salah satu alasan umum yang membuat konten endorsement kurang berguna atau relevan adalah informasi yang dirasa belum lengkap. Ketika mereka menemukan kekurangan tersebut, maka dapat dipastikan produk dianggap belum bisa memenuhi kebutuhan mereka. Sebagai contoh, untuk konten yang bersifat prosedur pemakaian, tampilkan langkah-langkahnya dengan ilustrasi. Dengan begitu, target audiensi atau konsumen dapat membayangkan pemakaian dan benefitnya untuk mereka.

3. Berikan kesempatan untuk konsumen membandingkan pilihan

Walau spesifik, konten endorsement yang berguna dan relevan sebaiknya masih membuka kesempatan bagi konsumen untuk mempertimbangkan beberapa hal. Memusatkan target audiens pada satu pilihan saja secara tak langsung menutup akses untuk calon konsumen lain yang memerlukan produk dengan beberapa perbedaan. Ketersediaan pilihan pun sebenarnya dapat membantu pemilik bisnis dan brand untuk berinovasi saat mengembangkan produk baru.

4. Pastikan informasi pada konten selalu up-to-date

Relevansi selalu berkaitan dengan waktu. Maka untuk konten endorsement, pastikan informasinya selalu up-to-date. Sekali lagi, lakukan riset ke lapangan untuk memeriksa tren dan pergerakan pasar, apakah terbilang stabil atau cepat? Hal ini berlaku juga saat mencari brand ambassador maupun influencer. Calon konsumen yang mendapatkan konten kadaluarsa akan menganggap produk yang ditawarkan ketinggalan zaman. Apalagi kalau influencer-nya belum terlalu dikenal.

Dengan memahami cara mengolah dan menyajikan konten endorsement yang relevan, bisnis yang dijalankan berpeluang besar bersaing di tengah pasar ketat. Brand awareness pun akan membuat target audiensi atau

Kunjungi juga : jasa endorse murah

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store